Tips Membeli Teleskop Astronomi
![]() |
| Teleskop |
Teleskop merupakan alat yang sangat penting bagi ilmu astronomi. Bisa dibilang teleskop ini adalah "Mata" bagi Astronom. Benda ini sudah pasti diinginkan oleh setiap Astronom, entah profesional maupun amatir. Tidak jarang orang yang ingin membeli teleskop tetapi tidak tahu teleskop seperti apa yang mau dibeli dikarenakan banyaknya produk teleskop yang dijual di pasaran.
Berikut ini saya berikan tips membeli teleskop bagi pemula.
1. Tentukan Jenis Optiknya
Secara garis besar ada 3 jenis teleskop, Refractor, Reflector, dan Catadipotric.
A. Refractor
Bentuknya seperti teleskop yang dikenal selama ini oleh masyarakat, menggunakan lensa untuk mengumpulkan cahaya. Model ini cocok untuk pengamatan planet karena memiliki keunggulan kontras yang lebih tinggi dibanding reflector
Refractor dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
-Achromatic, menggunakan lensa doublet.
-Apochromatic, menggunakan lensa triplet. Kualitas gambar dari teleskop jenis sangat bagus, tidak heran kalau teleskop ini menjadi yang paling mahal.
B. Reflector (Newtonian)
Menggunakan cermin cekung sebagai pengumpul cahayanya. Teleskop ini memiliki harga yang jauh lebih murah dari reflector. Karena memiliki ukuran yang besar, teleskop ini cocok untuk mengamati objek redup seperti nebula dan galaksi.
Ada beberapa jenis teleskop Newtonian
-Newtonian biasa, menggunakan cermin parabolic.
-Bird-Jones Telescope, menggunakan cermin spherical, terdapat lensa corrector pada bagian fokuser dan sekaligus berfungsi sebagai lensa barlow. Teleskop model ini biasanya memiliki tabung pendek, contoh: Celestron Powerseeker 127, Celestron Astromaster 114.
C. Catadioptric
Teleskop ini bisa dikatakan sebagai "Gabungan" dari Refractor dan Reflector. Teleskop ini menggunakan cermin untuk mengumpulkan cahaya seperti halnya Reflector, dan menggunakan lensa seperti Refractor. Lensa yang terletak di bagian depan tabung berfungsi sebagai lensa korektor untuk mengkoreksi gambar yang dihasilkan agar lebih bagus.
Jenis ini cocok untuk mengamati planet maupun objek redup. Catadioptic mempunyai tabung yang pendek namun dengan focal length yang panjang.
2. Tentukan Jenis Dudukannya.
Dudukan teleskop secara garis besar ada dua jenis. yaitu Alt-Az dan Equatorial. Dilihat dari penggeraknya juga dibagi menjadi 2 jenis, yaaitu manual dan otomatis (biasa disebut GoTo)
A. Alt-Az
Dudukan ini adalah yang paling sederhana. Hanya memiliki 2 sumbu putaran menjadikannya sangat mudah untuk digunakan.
(Alt-Az Manual)
(Alt-Az GoTo)
B. Equatorial
Equatorial adalah dudukan teleskop yang paling efektif. Dudukan ini mampu mengikuti pergerakan benda langit hanya dengan menggerakkan 1 sumbu saja.
(Equatorial Manual)
*Bisa dipasang motor penggerak supaya jadi otomatis
(Equatorial GoTo)
3. Kenali Keunggulan dan Kelemahan Masing-Masing Teleskop
Setiap jenis teleskop tentu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kelemahan tiap jenis teleskop dan dudukannya.
Optik
A. Refractor
a. Achrocromatic
Keunggulan:
-Gambar yang dihasilkan lebih kontras
-Pengoperasian mudah
-Perawatan mudah
Kelemahan:
-Harga mahal
-Posisi fokuser yang kurang nyaman untuk mengamati objek yang tinggi
-Aberasi kromatik
b. Apochromatic
Keunggulan:
-Gambar yang dihasilkan lebih kontrass
-Gambar yang dihasilkan jernih dari aberasi
-Pengoperasian mudah
Kelemahan:
-Harga sangat mahal
B. Reflector
a.Newtonian biasa
Keunggulan:
-Gambar yang dihasilkan lebih halus
-Pengamatan lebih nyaman karena posisi fokuser ada di samping depan tabung
-Harga murah
Kelemahan:
-Kolimasi sulit
-Perawatan lebih sulit
-Posisi cermin sekunder menghalangi sebagian cahaya yang masuk
b. Bird-Jones
Keunggulan:
-Ukuran tabung lebih pendek namun dengan Focal Length yang panjang
-Gambar yang dihasilkan lebih halus
-Pengamatan lebih nyaman karena posisi fokuser ada di samping depan tabung
-Harga murah
Kelemahan:
-Kolimasi lebih sulit dari Newtonian biasa
-Perawatan lebih sulit
-Posisi cermin sekunder menghalangi sebagian cahaya yang masuk
C. Catadioptric
Keunggulan:
-Ukuran tabung lebih pendek namun dengan Focal Length yang panjang
-Gambar yang dihasilkan lebih halus dan tajam
Kelemahan
-Kolimasi cukup sulit
-Perawatan sulit
-Harga mahal
Dudukan
A. Alt-Az
Keunggulan:
-Mudah digunakan
-Perawatan mudah
-Murah
Kelemahan:
-Tracking sulit
-Fungsi terbatas
B. Equatorial
Keunggulan:
-Tracking mudah
-Fungsi lebih beragam
Kelemahan:
-Mahal
-Pengoperasian sulit
4. Tips Lainnya
-Pilihlah teleskop sesuai kebutuhan
-Jangan hanya melihat perbesaran, tapi lihatlah diameter dan focal ratio nya.
-Jangan terburu-buru membeli teleskop. Pelajari dulu perbedaan jenis-jenis teleskop.
-Kalau dana masih kurang lebih baik nabung dulu untuk membeli teleskop yang bagus sekalian. Jangan beli teleskop yang murah-murah, atau Anda bisa menyesal.
-Untuk refractor, beli yang diameternya 80mm keatas. Untuk reflector, beli yang diameternya 114mm keatas. Untuk Catadioptric, beli yang diameternya 90mm keatas.
-Belilah teleskop dengan dudukan equatorial, karena dudukan ini akan lebih efektif baik untuk pengamatan maupun astrophotography.
-Siapkan dana paling tidak 5 juta rupiah untuk membeli teleskop. Karena teleskop standar minimal harganya sekitar itu.
5. Rekomendasi Teleskop
Berikut ini saya rekomendasikan teleskop-teleskop di bawah 10 juta
-Celestron Powerseeker 114eq
Jenis: Reflector
Aperture: 114mm
Focal Length: 900mm
Perkiraan harga: Rp 4.000.000
-Celestron Powerseeker 80eq
Jenis: Refractor
Aperture: 80mm
Focal Length: 900mm
Perkiraan harga: Rp 4.000.000
-Celestron Astromaster 90eq
Jenis: Refractor
Aperture: 90mm
Focal Length: 1000mm
Perkiraan harga: Rp 7.000.000
-Celestron Astromaster 130eq
Jenis: Reflector
Aperture: 130mm
Focal Length: 650mm
Perkiraan harga: Rp 7.000.000
-Meade Polaris 130eq
Jenis: Reflector
Aperture: 130mm
Focal Length: 650mm
Perkiraan harga: Rp 6.000.000













sangat bermanfaat! terimakasih 😊
ReplyDeleteSama-sama :D
Delete